Rabu, 15 Desember 2010

wawancara wartawan Gatra Eric Samantha denganH. Husein:

Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi)

Menghindari Elemen Anarkis
Deklarasi : 18 April 2001
Markas : Jalan Kramat Sentiong, Jakarta Pusat
Klaim jumlah anggota : 2 juta orang, tersebar di Jakarta, Bogor, Depok,
Tangerang, Bekasi
Syarat keanggotaan : Siapa saja yang mencari nafkah di Jakarta
Donasi : Swadaya, pemerintah, dan donatur tak mengikat
Ketua Umum 2005-2010 : Husein Sani

Dibandingkan dengan sebagian ormas lain yang berkibar-kibar, Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) boleh dibilang lebih adem-ayem. Jarang bikin aksi ingar-bingar. Ini diakui sang ketua, Husein Sani, 66 tahun. ''Forkabi memang agak slow dan konservatif,'' ujar pengusaha real estate ini.

Pasalnya, kata Husein, Forkabi didirikan justru dengan semangat menghindari anarkisme. Lagi pula, tokoh di belakang ormas berbasis kedaerahan ini kebanyakan kaum intelektual dan pejabat di Jakarta. ''Makanya, kami harus jaga aset ini. Kalau kami ugal-ugalan, nggak mungkinlah mereka masuk ke kami,'' kata Husein lagi.

Berikut petikan wawancara wartawan Gatra Eric Samantha dengan Husein:

Anda tidak setuju anarkisme menjadi satu cara meningkatkan popularitas ormas?
Saya kira, organisasi mana pun tidak mau tenar karena hal yang tidak baik, sehingga dicap tidak baik. Masalahnya, apakah dalam menjalankan aksi itu terkendali atau tidak. Itu yang harus menjadi perhatian.

Dengan anarkis, tidak menyelesaikan masalah. Justru menimbulkan masalah. Citra organisasi memburuk. Ketenteraman umum jadi terganggu. Itu yang selalu kami jaga. Organisasi harus mewaspadai masuknya elemen-elemen yang menjurus ke anarkis.

Aksi turun ke jalan Forkabi seperti apa?
Demonstrasi selalu kami pikirkan. Setting lapangan seperti apa. Kalau tidak mengganggu kepentingan umum, polisi juga senang, kan? Bahkan, kalau ada keributan, polisi sering minta Forkabi untuk meredam.

Forkabi ikut masuk ke masalah tanah?
Masalah kasus tanah, kami cek dulu lewat bagian hukum. Kalau layak, kami perjuangkan. Forkabi bisa ikut membantu penyelesaian lewat LBH Forkabi. Baik anggota Forkabi maupun bukan, silakan memanfaatkan. Kalau kerja sama dengan Forkabi, artinya benar dah. Sudah melalui jalur hukum.

Sudah terlaksana semua?
Memang belum seluruhnya. Yang penting, kan, nawaitunya. Kalau niat baik, kan, insya Allah.

Ada yang bilang, ormas-ormas seperti yang Anda pimpin adalah preman terselubung. Tanggapan Anda?
Forkabi merupakan satu organisasi yang berjuang untuk masyarakat Betawi, dalam mengangkat harkat dan martabatnya. Tapi kami bermitra juga dengan pemda, polisi, dan TNI. Tujuannya, supaya Jakarta bisa kondusif. Kami tidak mau Jakarta diobok-obok oleh hal-hal tidak kondusif. Anda lihat saja di lapangan, insya Allah, Forkabi nggak (bikin onar)-lah.

Tidak ada komentar: