Rabu, 15 Desember 2010

Rumah Sakit ala Betawi

Ini Dia Rumah Sakit ala Betawi

PEMPROV DKI Jakarta sangat apresiatif dengan dibangunnya rumas sakit umum dr Sibroh Malisi (RSDS) yang bernuansa arsitektur Betawi. Gubernur Fauzi Bowo, mendapat kehormatan meletakan batu pertama pembangunan RSDS di Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.
RS ini dibangun di atas lahan seluas 4.778 meter persegi. RSDS akan dilengkapi fasilitas modern seperti laboratorium. Fauzi berharap RSDS memberikan layanan sebaik mungkin masyarakat, utamanya warga asli Betawi.
"Kalau perlu, bagi warga Betawi yang tidak mampu sebaiknya digratiskan. Rumah sakit ini adalah rumah sakit orang Betawi. Insya Allah rumah sakit ini tidak hanya mencerminkan arsitek bangunan Betawi, tapi layanannya juga seperti layanan orang Betawi. Artinya, kalau ada saudara-saudara kita yang kurang mampu, harus kita layani dengan ikhlas, kalau perlu tidak bayar," katanya.
Awalnya, RSDS ini merupakan sebuah klinik dengan luas sekitar 300 meter persegi. Lahan klinik tersebut merupakan hibah dari (Alm) Haji Abdul Karim, orangtua dr Sibroh Malisi. Dari waktu ke waktu, klinik ini terus berkembang dan akhirnya bisa menambah luas lahan. Pasien pun semakin berjubel.
Sibroh Malisi berupaya meningkatkan mutu layanan dengan membangung rumahsakit. Harapan tersebut bisa terealisasi tahun ini. "Alhamdulillah, masalah izin sudah diurus semua," ujar dr Sibroh Malisi di sela-sela peletakan batu pertama.
Peletakan batu pertama di antaranya dihadiri Walikota Jakarta Selatan Syahrul Effendi, Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni, Ketua Umum Bamus Betawi Haji Nachrowi Ramli, Haji Rhoma Irama, Haji Djaja Mihardja, Akri Patrio, dan undangan lainnya.

Tidak ada komentar: