Rabu, 15 Desember 2010

Forkabi Tolak Alih Fungsi Buperta

Forkabi Tolak Alih Fungsi Buperta


Laporan Wartawan Kompas R Adhi Kusumaputra

DEPOK, KOMPAS - Forum Komunikasi Anak Betawi menolak pengalihan fungsi Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur sebagai sentra bisnis. Forkabi menilai Buperta merupakan tempat hiburan masyarakat segala lapisan, serta daerah resapan air, yang harus dipertahankan dan dilindungi.
Hal ini disampaikan Ketua Umum Forkabi, Deddy Surjadi kepada Kompas di sebuah rumah makan di kawasan Cibubur, Depok, Senin (18/9). Hadir juga Sekjen PP Forum Masyarakat Betawi Bersatu (Formobbes) M Zarkasih, Ketua Forkabi Depok Boy Mursalih dan sejumlah pengurus komunitas Betawi lainnya.
Deddy yang juga Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia atau IPSI itu menegaskan IPSI menginginkan Buperta dipertahankan sebagai kawasan hijau. "PB IPSI sering menyewa lahan Buperta untuk latihan persilatan. IPSI juga pernah menggelar festival seni 2005 di Buperta," tandasnya.
Deddy menambahkan, Buperta tempat yang strategis. "Dari Cawang ke Cibubur hanya Rp 3.500. Warga membutuhkan tempat hiburan yang murah seperti Buperta ini," ujarnya.
Sekretaris Forkabi Depok Cecep Iskandar menambahkan, jika Buperta dijadikan sentra bisnis, masyarakat Betawi yang saat ini terpinggirkan, akan kesulitan mencari tempat hiburan yang murah seperti Buperta.
"Kami akan terus memantau perkembangannya. Jika Kwarnas tetap mengalihfungsikan Buperta, kami akan turun," tandas Cecep.
Wakil Ketua Kadin Depok M Ronny mengingatkan pengusaha siapapun dia, harus mematuhi RTRW Depok, di mana salah satu disebutkan bahwa Cibubur adalah daerah resapan air.
Tokoh masyarakat Betawi Cibubur-Ciracas, H Armada Hadi mengingatkan pula masyarakat membutuhkan tempat rekreasi alami. Buperta adalah aset nasional untuk kegiatan kepemudaan. "Warga sudah tak butuh lagi sentra bisnis. Cibubur Junction sudah cukup bikin macet jalan," kata Hadi.
Warga Kranggan, H Sukanta mengatakan, kemacetan lalu lintas sejak keluar gerbang tol Cibubur menuju rumahnya sekitar 3 km, seringkali butuh waktu lebih dari satu jam. "Apalagi Sabtu dan Minggu, jalan tambah macet. Bisa dibayangkan kalau ada

Tidak ada komentar: